MEMBANGUN PENDIDIKAN BERBASIS NILAI DAN ENTREPRENEUR

Ardi Surwiyanta

Abstract


Penutup

Menghadapi permasalahan pengangguran saat ini, program pendidikan kewirausahaan baik melalui program pendidikan kecakapan hidup atau program pemberdayaan lainnya yang melibatkan masyarakat harus secara serius dilaksanakan oleh pemerintah ataupun lembaga mitra pemerintah seperti yayasan atau lembaga swadaya masyarakat. Program-program tersebut harus benar-benar berorientasi pada hasil belajar untuk menciptakan generasi wirausahawan. Tujuan seperti ini tentu tidak bisa dilakukan dengan model program yang banyak terjadi saat ini yang hanya berorientasipada penguatan materi dan ketrampilan, namun tanpa ada dukungan penguatan mental dan nilai-nilai dalam diri warga belajar. Oleh karena itu pendidikan berbasis nilai dalam program pendidikan non formal harus mulai dikembangkan baik saat ini maupun di masa yang akan datang, mengingat nilai-nilai tersebut saat ini sudah mulau terkikis oleh berkembangnya kemajuan teknologi dan akulturasi kebudayaan asing yang masuk ke negeri ini. Semangat entreprenuer harus ditumbuhkan sejak masa kanak-kanak. Hal yang sangat disesalkan masih banyak orang tua yang menginginkan anaknya sekolah pintar dan mencari gelar yang setinggi-tingginya. Sedari kecil seorang anak sudah di doktrin bahwa bersekolah yang pintar dan prestasi akan mengantarkan pada kesuksesan. Anak dicetak untuk menjadi pekerja yang dibutuhkan masyarakat luas dengan gaji yang mahal. Dunia pendidikan jangan mengedepankan teori tetapi juga aplikasi. Pendidikan harus mempu menghasilkan manusia yang berswadaya dan bukan manusia pekerja. Pendidikan yang melihat segala sesuatu dari berbagai aspek dan menyeluruh(holistic). Masuknya kurikulum entreprenuer dalam kurikulum pendidikan nasional akan memperkaya sistem pendidikan kita dan berdampak pada pertumbuhan semangat entreprenuer secara luas. Secara otomatis akan tercipta lapangan kerja baru, menurunkan kemiskinan.

References


Alison Morrison dkk., 1999, Kewirausahaan Dalam Industri Jasa, Pariwisata dan Hiburan.

Derwa gde Stra, 2010, Kewirausahaan Sosial Bidang Pariwisata, http://www.suarakarya-online.com/news.... Urgensi Pendidikan Kewirausahaan, http://berita.balihita.com/

Republika, 02 November 2009, Kurikulum 2010-2011 Berbasis Kewirausahaan.

http://www.google.co.id/#hI=id&biw=1024&bih=540&q=membangun+jiwa+kewirausahaan&aq

Herwan Abdul Muhyi, 2007, Menumbuhkan Jiwa Dan Kopetensi Kewirausahaan (Makalah), Universitas Padjadjaran, Bandung.

Siswoyo, D. Dkk. (2007). Ilmu Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta: UNY Press.

Elmubarok, Z. (2008). Membumikan Pendidikan Nilai, Mengumpulkan yang Terserak, menyambung yang Terputus dan Menyatukan yang Tercerai. Editor: Dudung R.H. Bandung:Alfabeta.

Muhaimin dan Mujib, A. (1993). Pemikiran Pendidikan Islam. Bandung: Trigenda Karya.

Tim Redaksi Fokusmedia. (2003). Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (No. 20 Tahun 2003). Bandung:Fokusmedia.

Badan Pusat statistik

Lampiran Pidato Kenegaraan tahun 2010, Bab 5, Ekonomi Pembangunan.

Syohih, U. (2008). Lingkungan dan Pendidikan Indonesia. (online) tersedia di (http://nerri-unindra-bio2a.blogspot.com/2008/07/nilai-nilai-pendidikan-di-indonesia.html,).

Iis Prasetyo, 2009, Membangun Karakter Wirausaha Melalui pendidikan Berbasis Nilai dalam Program Pendidikan Non Formal, http://blog.uny.ac.id/iisprasetyo/2009/08/30/membangun-karakter-wirausaha-melalui-pendidikan-berbasis-nilai-dalam-program-pendidikan-non-formal/




DOI: https://doi.org/10.36276/mws.v5i2.46

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2014 Ardi Surwiyanta

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.