STRATEGI PENGEMBANGAN TEPIAN MAHAKAM SEBAGAI SALAH SATU OBJEK WISATA REKREASI DI KOTA SAMARINDA

A. Rinto Dwi Atmojo

Abstract


Kawasan Tepian Mahakam ini berada di pusat aktifitas Kota Samarinda seperti perkantoran atau perdagangan dan jasa sehingga sangat berpotensi dikembangkan menjadi sebuah ruang public, tempat berkumpulnya masyarakat Kota Samarinda. Sungai merupakan tempat yang alami, luas, terbuka dan menyegarkan sehingga sangat tepat untuk dijadikan sebagai tempat rekreasi. Namun kawasan Tepian Mahakam belum tertata dengan baiksebagai tempat rekreasi masyarakat kota. Masih bayak lahan kosong yang tidak dimanfaatkan atau fasilitas yang tidak terawat dengan baik serta pedagang kaki lima yang tidak teratur sehingga mengganggu pemandangan, berdasarkan hal tersebut maka dibutuhkan strategi pengembangan guna menjadikan tepian mahakam sebagai kawasan wisata rekreasi di kota Samarinda. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi dan informasi untuk mengevaluasi pengembangan yang telah dilakukan dikawasan tepian mahakam. Dari evaluasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengembangan di tepian mahakam secara lebih maksimal. Sedangkan bagi akademisi dan peneliti, diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah wawasan, pengetahuan serta dapat memberikan informasi atau masukan terhadap penelitian selanjutnya yang relevan dengan penelitian ini

References


Kusmayadi., Ir dan Endar Sgiarto.,Ir., MM. 2000. Metodologi Penelitian Dalam Bidang Kepariwisataan. PT. Gramedia Pustaka Utama . Jakarta

Pendit, Nyoman S. 1999. Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana. PT. Pradnya Paramita Jakarta.

R. S. Darmajadi. 2002. Pengantar Pariwisata Jakarta

Yoeti, Oka A., H., MBA. 1996, Pengantar Ilmu Pariwisata. Angkasa. Bandung

Yoeti, Oka A., Drs., H., MBA. 1997. Perncanaan dan Pengembangan Pariwisata. PT. Pradnya Paramita. Jakarta

Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Kominfo Kota Samarinda, brosur dan Tourism map of Samarinda (2001).

Peraturan Daerah (Perda) No. 19 Tahun 2001 tentang pengaturan Pedagang kaki lima dan larangan mendirikan bangunan permanen serta tempat tinggal.

Peraturan Walikota Samarinda No. 16 Tahun 2010 tentang pembentukan sara dan prasarana olahraga

Undang-Undang Kepariwisatan No. 10 Tahun 2009.




DOI: https://doi.org/10.36276/mws.v6i1.47

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2014 A. Rinto Dwi Atmojo

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.