PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA PARIWISATA ABAD XXI

Sapto Handoyo

Abstract


Perkembangan industri pariwisata di Indonesia pertumbuhannya membaik. Kondisi ini menuntut Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pariwisata yang profesional dan trampil yang siap bekerja di dunia industri pariwisata. Beberapa langkah strategis dapat dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Dan tindakan nyata yang terkait dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata harus segera diwujudkan. Diantaranya: Pertama. Pemerintah dan masyarakat harus aktif untuk turut membantu mengurangi penduduk Indonesia yang berpendidikan rendah, serta yang tidak bisa bersekolah. Misalnya, pemberian beasiswa-beasiswa harus terus ditingkatkan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar, sampai pada Perguruan Tinggi.

Di abad XXI seperti sekarang, generasi muda yang loyo, tidak berpendidikan, tidak berkualitas dan tidak profesional sangat tidak dibutuhkan dalam sektor jasa, khususnya pariwisata. Kedua, pelaksanaan sistem pendidikan "Link & Match" harus segera diwujudkan dengan sungguh-sungguh. Hal ini bisa dilakukan dengan On THe Job Training secara bertahap dan mendapatkan sertifikasi keahlian setara Internasional. Ketiga, menambah program S-1 pariwisata, dalam jangka pendek dan jalur program S2-S3 pariwisata dalam jangka panjang, dimana beberapa paket materi pengajaran yang berorientasi global dan beberapa mata kuliah global yang terkait dengan pariwisata. Demikian pula Tri Dharma terpadu dapat dimulai dari dharma penelitian eksploratif tentang sadar wisata masyarakat juga harus digalakkan. Keempat, dengan membentuk organisasi Masyarakat Peduli/Pecinta Pariwisata, Seni dan Budaya. Dengan cara memberikan wawasan pengetahuan dan pengalaman, juga bekal ketrampilan kepada anggota Masyarakat Peduli / Pecinta Pariwisata, Seni dan Budaya. Kelima, berkaitan dengan dikeluarkannya UU No. 22 Tahun 1999 tentang otonomi daerah, maka seharusnya Pemerintah memberikan pendidikan dan pelatihan bagi karyawan tingkat manajerial pada Kantor Dinas Pariwisata maupun karyawan Hotel, Restoran atau Biro Perjalanan Wisata yang berdomisili di Daerah Tingkat II. Juga memberikan Crash Program pendidikan akademis untuk masing-masing bidang pada dunia kepariwisataan misalnya : Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata dengan memberikan ijasah D III dan S1. Demikian bagi yang sudah lulus Program S1 disarankan untuk mengambil Program S2 yang berkaitan dengan kepariwisataan. Keenam, dengan membentuk standar kompetisi atas setiap pekerjaan oleh industri pariwisata. Kesemuanya harus didukung dengan kualitas mental yang harus dimiliki dengan cara pendalaman pendidikan agama dan penerapan disiplin sejak dini.

References


Amstrong, Michael. A., A. Handbook of Human Resources Management, 1988, Kogan Page Limited, London.

Barthos, Basir. Manajemen Sumber Daya Manusia : Suatu Pendekatan Makro, 1990, Erlangga, Jakarta.

Carrell, Michael R., Kutzmits., Frank E, Elbert Norbert F. Personnel: Human Resources Management, Merrill Publishing Company, Columbus, Ohio, 1989.

I Goa, Hillon. Mempersiapkan SDM Berkualitas Dalam Memasuki Era Globalisasi: Presentasi Industri Dalam Rangka Kegiatan Wahana Komunikasi Industri, 1996.

Indarto., Stef. B. Sumber Daya Manusia Bidang Perhotelan Tahun 2000 : Kebutuhan dan Tantangan. Makalah disampaikan di Ambarukmo Palace Tourism Academy AMPTA Yogyakarta, 4 April 1996.

Soeprihanto, John. Globalisasi Pemasaran. Makalah Lokakarya Penyusunan Bahan Pengajaran Manajemen Pemasaran dan Manajemen Keuangan. PAU Ekonomi UGM, Jakarta, 1990.

______________. Pengadaan Sumber Daya Manusia Pariwisata Menjelang Abad XXI. Makalah disampaikan di Ambarukmo Palace Tourism Academy AMPTA Yogyakarta, 4 April 1996.

______________. Peran dan Tanggung Jawab Usaha Pariwisata Dalam Pengembangan Pariwisata. Ditjen Pariwisata, Jakarta, 1995.

______________. Statistik Hotel dan Akomodasi Lainnya. Biro Pusat Statistik, Jakarta, 1992-1993.

______________. Visi Pariwisata Indonesia Tahun 2005. Deparpostel, Jakarta, 1995.

Yoeti, Oka A. Peran Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah Sektor Pariwisata. Makalah disampaikan dalam Munas ke IV Hildiktipari di Hotel Sheraton, Bandar Lampung, 6-9 Agustus 2000.




DOI: https://doi.org/10.36276/mws.v2i1.70

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.